Literasi Informasi di Perguruan Tinggi (Akses E-Journal UPT Perpustakaan UNS)

No Comments

Oleh: Riah Wiratningsih1
Makalah disampaikan dalam kegiatan “Workshop Literasi Informasi: Akses E-Journal UPT Perpustakaan
UNS” di Ruang Seminar UPT Perpustakaan UNS, tgl 18 Maret 2015
Abstrak
Literasi informasi adalah seperangkat kemampuan yang memerlukan individu untuk
mengenali kapan informasi dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk menemukan,
mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif.
Melimpahnya informasi melalui berbagai media (internet), menuntut keterampilan
pencari informasi (information seeker) untuk memiliki keterampilan dalam
mendapatkan informasi secara benar dan cepat. Perpustakaan sebagai institusi
pengelola informasi dan sebagai “growing organism” harus dinamis dalam mengikuti
perubahan dan kemajuan TIK dimana pustakawan dituntut untuk proaktif, adaptif, dan
inovatif dalam membangun pembelajar yang mandiri di perguruan tinggi. Salah
satunya adalah melalui user education “how to acces e-journal” sebagai referensi
ilmiah dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.
A. Pengantar
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa banyak
perubahan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah kemudahan dalam mendapatkan
atau akses informasi, baik informasi yang sifatnya ilmiah, berita maupun hiburan.
Keberadaan internet memberikan kemudahan setiap information seeker dalam mencari
solusi atas permasalahannya. Dengan mudahnya googling diantara jutaan bahkan
milyaran informasi yang tersedia di internet. Internet dianggap sebagai rujukan
informasi yang utama dalam menjawab segala permasalahan. Namun internet juga bisa
menjadikan kita terjebak dalam arus informasi yang berlimpah tersebut, informasi
“sampah”pun tersedia. Pernahkah ketika browsing, anda akan berputar-putar di internet
1 Pustakawan Universitas Sebelas Maret (UNS)
2
dengan mengklik link-link yang membawa anda ke halaman yang tak berujung dan tak
bertepi. Banyaknya pilihan informasi yang muncul, kadang memunculkan kebingungan.
Sebagai contoh Black Hat SEO, sebuah situs yang mengunakan teknik untuk menarik
pengunjung agar masuk ke situsnya, namun setelah masuk pengunjung dibuat bingung
dengan informasi yang ada. Situs seperti ini hanya ingin menaikkan rating saja.
Untuk itu Perlu skill tersendiri bagi information seeker dalam menentukan atau
mendapatkan informasi yang benar melalui media internet. Informasi yang tersedia di
internet sangat beragam dan sangat banyak informasi sampah. Adakah lembaga
pengelola informasi yang bisa memberikan jaminan informasi secara benar? Tentu saja
ada, dan salah satunya adalah perpustakaan. Adakah seseorang yang dapat memberikan
skill dalam menelusur informasi. Sehingga hanya informasi yang benar saja yang bisa
diambil? Tentu saja ada, dan jawabannya adalah pustakawan.
Perpustakaan sebagai lembaga pengelola dan penyedia informasi memiliki peran
dalam membangun generasi literet. Perlu sebuah upaya untuk memprogramkan
kegiatan yang dapat meningkatkan skill dalam bidang penelusuran informasi. Masih
banyak perpustakaan yang belum melakukan langkah untuk menjadikan pengguna
perpustakaan sebagai pengguna yang mandiri dalam menelusur informasi. Bahkan di
perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki koleksi beragam dan layanan yang
beragam pula. Bagaimana pengguna akan tahu cara yang benar dalam memanfaatkan
koleksi yang disediakan di perpustakaan, apabila tidak ada yang memberitahu? Siapa
lagi yang akan melakukan kalau bukan pustakawan?
Di UNS program literasi informasi belum menjadi bagian dari kurikulum
pembelajaran/belum adanya kebijakan dari universitas terhadap program literasi
informasi. Sehingga pemanfaatan koleksi yang melimpah di perpustakaan belum
termanfaatkan secara optimal. Sangat disayangkan pengadaan koleksi elektronik yang
menghabiskan budget besar tidak termanfaatkan secara optimal karena sivitas
akademika tidak tahu/mengenal koleksi perpustakaan. Atau bisa saja mereka tahu
adanya koleksi di perpustakaan, tetapi tidak tahu bagaimana cara mendapatkan
informasi/koleksi tersebut. Berdasarkan gambaran di atas penulis tertarik untuk
mengadakan kegiatan library user education dalam hal ini pemanfaatan/akses e-journal
3
sebagai salah satu program literacy informasi yang dilakukan oleh pustakawan dalam
menciptakan generasi pembelajar yang mandiri.
B. Perpustakaan sebagai growing organism
Disebutkan dalam Merriam-Webster (Concise Encyclopedia) bahwa
perpustakaan adalah2
Collection of information resources in print or in other forms that is
organized and made accessible for reading or study ……. Today’s libraries
frequently contain periodicals, microfilms, tapes, videos, compact discs, and
other materials in addition to books. The growth of on-line communications
networks has enabled library users to search electronically linked databases.
Dari pengertian tersebut bahwa perpustakaan memiliki kumpulan koleksi baik tercetak
maupun non cetak dan dikelola dengan aturan tertentu sehingga memudahkan untuk
diakses. Seiring perkembangan TIK sangat memungkinkan pengguna perpustakaan
memanfaatkan koleksi dengan link ke banyak database. Ranganathan dalam hukum
perpustakaan (1931) yang ke lima mengatakan bahwa library is a growing organism.
Dalam artian bahwa perpustakaan bukanlah lembaga yang statis, namun dinamis
mengikuti perubahan yang terjadi.
Hukum Gorman adalah yang paling terkenal. Dia menafsirkan hukum
Ranganathan dalam konteks perpustakaan saat ini dan kemungkinan masa depan.
Gorman percaya bahwa S.R. Ranganathan menciptakan hukum perpustakaan berlaku
untuk masa depan dan tantangan yang akan dihadapi pustakawan. Michael Gorman
memberikan lima undang-undang baru tentang kepustakawanan dilihat dari sudut
pandang pustakawan dalam masyarakat teknologi, yaitu: 3
1. Libraries serve humanity.
2. Respect all forms by which knowledge is communicated.
3. Use technology intelligently to enhance service.
4. Protect free access to knowledge; and
5. Honor the past and create the future (Crawford & Gorman, 1995)
2 http://www.merriam-webster.com/dictionary/library, Access March 10, 2015
3 Alireza Noruzi. Application of Ranganathan’s Laws to the Web. Webology, Volume 1, Number 2,
December 2004 p.3
4
Kemajuan TIK yang sangat cepat dan overload informasi yang ada di internet
menuntut pustakawan sebagai pengelola informasi harus adaptif dengan perubahan yang
terjadi. Kertajaya dalam The 10 Credos of Compassionate Marketing di mana kredo
kedua adalah ”BE SENSITIVE TO CHANGE AND BE READY TO TRANSFORM”
dengan keterangan yang menyebutkan:4 “Dunia tidak akan selamanya seperti ini.
Lanskap bisnis akan terus berubah. Kompetisi yang semakin sengit tidak mungkin
dihindari lagi. Globalisasi dan teknologi akan membuat pelanggan semakin pintar.
Kalau kita tidak sensitif dan tidak cepat-cepat mengubah diri, maka kita akan habis”.
Pengguna perpustakaan di era informasi adalah generasi digital native, di mana
mereka sudah sangat terbiasa dan bisa memanfaatkan media elektronik untuk
mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Namun kemampuan mereka dalam
memanfaatkan media elektronik (laptop/gadget) belum diarahkan untuk pencarian
sumber informasi ke perpustakaan. Padahal perpustakaan sudah menyediakan beragam
informasi dalam format elektronik.pemakai adalah orientasi utama perpustakaan, dalam
hal ini adalah sivitas akademika perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah institusi yang
paling cepat menerima/menciptakan teknologi. Perubahan teknologi ini menjadikan
sivitas akademika dinamis dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Konsepkonsep
baru terhadap pembaharuan selalu terupdate dan disinilah
perpustakaan/pustakawan “sensitif” dalam mensikapinya dengan beradaptasi terhadap
kebutuhan informasi pengguna (sivitas akademika). Inilah konsep bahwa perpustakaan
harus berkembang sesuai dengan kultur masyarakatnya yang dinamis.
C. Literasi Informasi
Literasi informasi adalah seperangkat kemampuan yang memerlukan individu
untuk mengenali kapan informasi dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk
menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara
4 Abdullah Gymnastiar dan Hermawan Kartajaya. 2004. Berbisnis Dengan Hati: The 10 Credos of
Compassionate Marketing. Jakarta: MarkPlus&Co. hal. 18
5
efektif.5 kompleksitas informasi yang berlimpah di media internet, menyebabkan
information seeker dihadapkan dengan pilihan yang beragam. Keaslian, validitas, dan
reliabilitas informasi yang muncul di internet adalah format tanpa filter, termasuk
grafis, aural, dan tekstual, dan ini menimbulkan tantangan baru bagi individu dalam
mengevaluasi dan memahami informasi yang disajikan. Literasi informasi menjadi dasar
untuk belajar sepanjang hayat . Hal ini umum untuk semua disiplin ilmu, untuk semua
lingkungan belajar, dan untuk semua jenjang pendidikan. Hal ini memungkinkan pencari
informasi untuk menguasai konten dan memperluas penelitian, menjadi lebih mandiri,
dan mengambil kendali lebih besar atas pembelajaran mereka sendiri. individu yang
sudah terliterasi atau melek huruf diharapkan mampu:6
1. Menentukan sejauh mana informasi yang dibutuhkan
2. Mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien
3. Mengevaluasi informasi dan sumber-sumber yang kritis
4. Menggabungkan informasi yang dipilih menjadi basis pengetahuan seseorang
5. Menggunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu
6. Memahami isu-isu ekonomi , hukum , dan sosial seputar penggunaan informasi ,
dan akses dan menggunakan informasi secara etis dan legal
1. Literasi Informasi dan Teknologi Informasi
Literasi informasi terkait dengan keterampilan teknologi informasi.
Keterampilan teknologi informasi memungkinkan seorang individu untuk
menggunakan komputer, aplikasi perangkat lunak , database , dan teknologi lain
dalam mendapatkan informasi untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan
pekerjaan maupun kepentingan pribadi. Sebuah laporan dari National Research
Council 1999 mengeluarkan the concept of :
“fluency” with information technology and delineates several distinctions
useful in understanding relationships among information literacy,
computer literacy, and broader technological competence. The report
notes that “computer literacy” is concerned with rote learning of specific
hardware and software applications, while “fluency with technology”
5 http://www.ala.org/acrl/standards/informationliteracycompetency Access March 13, 2015
6 http://www.ala.org/acrl/standards/informationliteracycompetency, Access March 10, 2015
6
focuses on understanding the underlying concepts of technology and
applying problem-solving and critical thinking to using technology.
Laporan ini juga membahas perbedaan antara kefasihan teknologi informasi
dan literasi informasi. Di mana fokus literasi informasi adalah pada konten,
komunikasi, analisis, pencarian informasi, dan evaluasi, sedangkan ” kefasihan ”
teknologi informasi berfokus pada pemahaman yang mendalam tentang teknologi
dan kemampuan penggunaannya.7 “Kefasihan” dengan teknologi informasi
dimungkinkan memerlukan kemampuan intelektual yang lebih daripada hafalan
perangkat lunak dan perangkat keras yang terkait dengan ” melek komputer ” ,
tetapi fokus masih pada teknologi itu sendiri. Literasi informasi, di sisi lain adalah
sebuah kerangka kerja intelektual untuk memahami, menemukan, mengevaluasi,
dan menggunakan informasi yang dapat dicapai dengan keberadaan teknologi
informasi.
2. Literasi Informasi dan Perguruan Tinggi
Menciptakan sebuah pondasi bagi pembelajar sepanjang hayat (long life
learner) merupakan program inti dari sebuah perpustakaan. Dalam hal ini
perpustakaan harus didukung dengan koleksi yang lengkap, sarana dan prasarana
yang memadai, dan pustakawan atau pengelola perpustakaan yang kompeten.
Pustakawan yang kompeten merupakan kunci eksistensi perpustakaan.
Perpustakaan perguruan tinggi sebagai jantungnya PT sudah selayaknya memiliki
eksistensi dalam menciptakan output sebuah perguruan tinggi. “Library is the heart
of the university” andai ilmu adalah darah dalam tubuh dan tubuh merupakan
sistem dari sebuah perguruan tinggi, maka perpustakaan bagi perguruan tinggi
tersebut adalah jantung yang melahirkan ilmu ditujukan kepada anak didik
(mahasiswa) melalui dosen sebagai pembuluh darahnya. Dari pernyataan di atas
7 National Research Council.Commission on Physical Sciences, Mathematics, and Applications.
Committee on Information Technology Literacy, Computer Science and Telecommunications
Board. Being Fluent with Information Technology. Publication. (Washington, D.C.: National
Academy Press, 1999) http://www.nap.edu/catalog/6482.html, access March 10, 2015
7
maka eksistensi sebuah perpustakaan sebagai resource center mempunyai fungsi
sangat krusial dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi. Berkolaborasi dengan
tenaga edukatif sudah merupakan suatu keharusan bagi pustakawan untuk
menumbuhkan academic atmosphere di perguruan tinggi.
Salah satu kegiatan akademik di perguruan tinggi adalah kegiatan library user
education. Kegiatan ini seharusnya terintegrasi dengan kurikulum pendidikan di PT,
namun hal ini tidak terjadi di sebagain besar pendidikan tinggi di Indonesia.
Kegiatan library user education akan menciptakan kemampuan literacy. “The
American Library Association assists and promotes libraries in helping children
and adults develop the skills they need-the ability to read and use computersunderstanding
that the ability to seek and effectively utilize information resources is
essential in a global information society”8 dari pernyataan tersebut perlu upaya
pengenalan perpustakaan dalam mengembangkan atau membentuk kemampuan
menelusur informasi secara cepat dan tepat. Kemampuan mahasiswa dalam berpikir
kritis dan menemukan jawaban yang tepat atas pemecahan masalah merupakan
bagian dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Lingkungan belajar yang
seperti ini membutuhkan keterampilan dalam literasi informasi. Memperoleh
keterampilan dalam literasi informasi menciptakan kesempatan untuk menjadi
mahasiswa belajar mandiri, karena mereka menjadi terlibat dalam menggunakan
berbagai sumber informasi untuk memperluas pengetahuan mereka , mengajukan
pertanyaan informasi , dan mempertajam pemikiran kritis mereka untuk menjadi
self-directed learning . proses pembelajaran menggunakan pendekatan berbasis
masalah, mahasiswa harus sering menggunakan kemampuan berpikir mengharuskan
mereka untuk menjadi pengguna terampil sumber informasi di banyak lokasi dan
beragam format, sehingga meningkatkan tanggung jawab mereka untuk menjadi
pembelajar mandiri (long life learner).
Literasi informasi adalah komponen kunci dari belajar sepanjang hayat
.Mengembangkan pembelajar seumur hidup merupakan misi lembaga pendidikan
8 http://www.ala.org/acrl/standards/informationliteracycompetency, Access March 13, 2015
8
tinggi . Dengan memastikan bahwa individu memiliki kemampuan intelektual
penalaran dan berpikir kritis , dan dengan membantu mereka membangun kerangka
kerja untuk belajar bagaimana belajar , perguruan tinggi dan memberikan dasar
untuk pertumbuhan yang berkelanjutan sepanjang karier mereka , serta dalam peran
mereka sebagai warga negara informasi dan anggota masyarakat. “Because
information literacy augments students’ competency with evaluating, managing,
and using information, it is now considered by several regional and discipline-based
accreditation associations as a key outcome for college students.”9 Kemajuan TIK
menciptakan pembelajaran pada tempat dan waktu yang tidak bersamaam, di mana
akses terhadap informasi sangat dibutuhkan. Bagi mahasiswa off campus sumber
informasi elektronik sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak
terbatas oleh waktu dan tempat. Untuk melakukan akses informasi mereka perlu
dibekali dengan skill pencarian Informasi, salah satunya adalah melalui pemberian
literasi informasi di Perguruan Tinggi. Dalam hal ini salah satunya adalah akses ejournal
yang dilanggan oleh UNS. E-journal adalah jurnal yang dipublish online, di
mana menyediakan fulltext artikel melalui platform yang dilengkapi dengan
browsing dan fungsi pencarian. Pengguna perpustakaan dapat mengakses e-jurnal
melalui website dalam jaringan perguruan tinggi atau melalui remote akses 10.
Mengapa e-journal menjadi bagian dari referensi yang harus dimiliki oleh sebuah
perpustakaan perguruan tinggi? Perguruan tinggi mempunyai kewajiban yang
tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan
pengabdian masyarakat. Dalam proses penelitian mahasiswa dan dosen memerlukan
sumber referensi ilmiah dalam bidang tertentu yang selalu baru. Sumber referensi
tersebut dapat kita temukan di jurnal. Di mana karakteristik dari jurnal adalah focus,
currency, dan quality11
9 http://www.ala.org/acrl/standards/informationliteracycompetency, Access March 9, 2015
10 http://www.lib.ied.edu.hk/is/tutorial/module2/e_resources/3_1/3_1_content.htm
11https://www.hope.ac.uk/media/liverpoolhope/contentassets/documents/library/help/media,12430,e
n.pdf, access March 13, 2015
9
UNS sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Solo, belum mengikutkan
materi literasi informasi dalam bagian dari mata kuliah. Suatu upaya perlu
dilakukan oleh pustakawan dalam mewujudkan sivitas akademika yang mampu
menelusur informasi secara benar dan cepat. Adapun program literasi informasi
yang telah dilakukan di UNS adalah:
1. Kegiatan promosi yang dilakukan setiap tahun kepada mahasiswa baru.
Kegiatan ini kurang efektif, karena waktu yang diberikan hanya 10-15 menit.
Waktu yang singkat tersebut hanya mampu untuk memperkenalkan
perpustakaan pada permukaan saja. Padahal konten sebuah perpustakaan
perguruan tinggi sangatlah beragam dan perlu penjelasan yang memerlukan
waktu lebih lama, apalagi segmen adalah mahasiswa baru sebagai pribadi yang
masih beradaptasi dengan dunia kampus.
2. Kolaborasi pustakawan dan beberapa dosen di fakultas dalam memberikan
materi penelusuran informasi. Dalam hal ini kegiatan dilakukan berdasarkan
permintaan dari dosen yang bersangkutan. Upaya ini sangat baik, karena waktu
yang disediakan cukup lama dan ada diskusi dengan mahasiswa. Cara ini di
tempuh sebagai upaya proaktif pustakawan dalam upaya optimalisasi
perpustakaan kepada sivitas akademika.
3. Person by person atau kelompok mahasiswa mengajukan permintaan untuk bisa
how to access koleksi digital perpustakaan.
D. Strategi penelusuran operator logika Boolean
Operator logika Boolean seperti AND, OR dan NOT diterapkan ke database
untuk hasil pencarian lebih spesifik/detail. Strategi pencarian harus menampilkan hasil
yang berisi konsep tertentu yang diteliti. Penelusuran ini biasanya diterapkan dalam
advance search untuk penelusuran e-book dan e-journal. Strategi pencarian dengan
menghilangkan hasil yang tidak diinginkan, hanya menampilkan informasi yang
dibutuhkan atau relevan. Operator Boolean juga disebut operator logis atau konektor.
Adapun penjelasan adalah sebagai berikut:
10
1. AND (irisan)
Fungsi AND adalah untuk mempersempit hasil pencarian
2. OR (gabungan)
Fungsi OR adalah untuk memperluas hasil pencarian
3. Not (pengecualian)
mencari dokumen yang ada istilah tertentu tetapi tidak ada istilah lain yang
dikecualikan.
11
E. E-Resources UPT Perpustakaan UNS
E-Resources adalah sumber-sumber koleksi digital yang bisa diakses online,
dilayankan kepada sivitas akademika UNS baik di area kampus atau di luar kampus (off
campus). Sumber pustaka disediakan dalam bentuk elektronik dan dapat
diakses/download melalui jaringan internet. Adapun koleksi e- resources UPT
Perpustakaan UNS adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Database E-Resources
UPT Perpustakaan UNS
No Nama Jurnal/book Bidang Ilmu URL
1
E-book Gale Cengage
Learning
– Arts
– Business
– Education
– Environment
– Information and Publishing
– Law
– Library Science
– Medicine
– Science
– Social Science
– Technology
Link ke:
pustaka.uns.ac.id/index.php
2 E-Journal ProQuest
(Dikti dan UNS)
E-book
EbraryProquest
– Agriculture
– Biology
– Sociology
– Nursing & Allied Health Source
– ABI/INFORM Research (1971 –
current)
– ProQuest Medical Library
– Berbagai bidang
http://search.proquest.com/
3 E- Journal EBSCO
– Bussiness Source Premier
http://search.ebscohost.com/
12
E- Book EBSCO
– Culture, Humaniora, Art :
Architecture Textile, Painting,
Carving
4 e-Journal SCOPUS Scopus delivers the most
comprehensive overview of the world’s
research output in the fields of science,
technology, medicine, social sciences
and arts and humanities
http://www.scopus.com/
5 e-Journal
ScienceDirect
– Physical Sciences and Engineering
– Life Sciences
– Health Sciences
– Social Sciences and Humanities
http://www.sciencedirect.com/sc
ience/journals
6 e-Journal IGI Global
e-Book IGI Global
Berbagai bidang ilmu
http://www.igiglobal.
com/gateway/
7 e-Journal Cambridge
e-book Cambridge
Berbagai bidang ilmu
http://journals.cambridge.org/
http://ebooks.cambridge.org/
8 e-Journal Emerald
e-Book Emerald
Berbagai bidang ilmu
http://www.emeraldinsight.com/
9 e-book SpringerLink Berbagai bidang ilmu http://link.springer.com/search?f
acet-contenttype=%
22Book%22
Sumber: UPT Perpustakaan UNS Maret 2015
Koleksi-koleksi tersebut dapat diakses melalui http://pustaka.uns.ac.id/ atau melalui
portal masing-masing database. Sivitas akademika dapat melakukan akses/download
tanpa harus berada di perpustakaan. Hal ini memberikan kemudahan kepada sivitas
akademika dalam menyelesaikan karya ilmiah dengan sumber yang ilmiah juga. Namun
keberadaan koleksi elektronik bahkan keberadaan perpustakaan belumlah dikenal secara
luas oleh sivitas akademika baik dosen maupun mahasiswa. Kalaupun ada yang
mengenal perpustakaan baik secara fisik maupun maya, ternyata masih banyak juga
yang tidak tahu bagaimana menggunakan/memanfaatkan koleksi-koleksi tersebut.
Sangat disayangkan apabila sumber informasi yang sudah dikelola dan di beli oleh
universitas tidak dapat termanfaatkan secara optimal. Untuk itu perlu upaya pustakawan
dalam mengenalkan perpustakaan yaitu melalui kegiatan library user education sebagai
salah satu kegiatan literasi informasi.
13
C. Kesimpulan
Membangun generasi pembelajar seumur hidup salah satunya dapat dilakukan
dengan program literasi informasi. Pustakawan sebagai mediator dan pendamping dalam
proses pembelajaran di perguruan tinggi memiliki peran dalam mensukseskan kegiatan
tersebut. Sedikit apapun peran tersebut akan bermanfaat jika dilaksanakan walaupun
belum terintegrasi dengan kurikulum pembelajaran. Menjadi pustakawan yang proaktif,
adaptif, dan inovatif adalah penting di era informasi apalagi pustakawan di perguruan
tinggi, di mana penggunanya adalah educated people.
Daftar Pustaka
Gymnastiar, Abdullah dan Hermawan Kartajaya. 2004. Berbisnis Dengan Hati: The 10
Credos of Compassionate Marketing. Jakarta: MarkPlus&Co.
Noruzi, Alireza. Application of Ranganathan’s Laws to the Web. Webology, Volume 1,
Number 2, December, 2004
National Research Council. Commission on Physical Sciences, Mathematics, and
Applications. Committee on Information Technology Literacy, Computer Science
and Telecommunications Board. Being Fluent with Information Technology.
Publication. (Washington, D.C.: National Academy Press, 1999)
http://www.nap.edu/catalog/6482.html access March 10, 2015
http://www.ala.org/acrl/standards/informationliteracycompetency access March 10,
2015
https://www.hope.ac.uk/media/liverpoolhope/contentassets/documents/library/help/medi
a,12430,en.pdf access March 13, 2015
http://www.lib.ied.edu.hk/is/tutorial/module2/e_resources/3_1/3_1_content.htm access
March 10, 2015
http://www.merriam-webster.com/dictionary/library access March 10, 2015
14
Lampiran How to access e-journal
Advanced Search – Guided Style
EBSCO research interfaces allow users to conduct advanced searches using Guided-
Style Find fields. Guided-Style Find fields assist you in creating a more targeted search.
To use Advanced Search with Guided-Style Fields:
1. Click the Advanced Search link below the Find field.
2. Enter your search terms in the first Find field on the Advanced Search screen.
3. Choose the search field from the optional Select a Field drop-down list (for
example, search in only the Subject Terms field of the citation).
4. Repeat steps 1 and 2 for the second set of Find fields.
15
5. Select a Boolean operator (AND, OR, NOT) to combine the two Find field
entries. 6.
6. You can enter another Boolean operator, keyword, and search field in the third
set of fields. 7.
7. If you need additional rows, click the Plus button . Up to 12 rows can be
displayed. To delete a row, click the Minus button . 8.
8. Select from the available Search Options:
· Search modes – Use specific search modes, such as “Find all my search terms,”
or “SmartText Searching,” or use search options that expand your search such as
“Apply related words.”
· Limit your results – such as Full Text or Publication type.
· Special Limiters – Apply limiters specific to a database. If you select a special
limiter, it is applied only to the database under which it appears
9. Click the Search button. The Result List displays.
The search field is displayed above the Result List. Your search terms, limiters and
expanders are retained. To revise your search, you can apply the limiters under Limit
To. Click the Show More link to view all available limiters and expanders.
16
Advanced Search – Guided
Results
17
Tampilan awal
18
Advance search
Results
19
Advance search
Results
20
Tampilan awal
21
Advance search
Results
22

Categories: library sciences

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar