globalwarming awareness2007

Representasi Perpustakaan Masa Depan (Library for all segments)

oleh Riah W

A.Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak perubahan di berbagai bidang. Baik itu corporate maupun lembaga yang bergerak di bidang jasa. Teknologi informasi dan komunikasi merubah aktivitas menjadi cepat, akurat dan fleksibel. Sebagai dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat, telah membawa fenomena pergeseran orientasi kebutuhan pengguna akan informasi berbasis teknologi informasi. Lingkungan yang selalu berubah, mempengaruhi gaya hidup pengguna. Hal ini jelas mempengaruhi jenis produk yang diinginkan pengguna. Untuk itu perpustakaan sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa informasi, perlu melakukan inovasi berbasis kebutuhan pengguna informasi. Bila dahulu fungsi perpustakaan lebih berkonsentrasi pada penyediaan informasi dalam bentuk fisik seperti dokumen tercetak dengan dilengkapi sistem katalog kartu, maka kini dengan berkembangnya teknologi informasi perpustakaan dituntut menyediakan sumber-sumber informasi dalam bentuk elektronik. Dengan harapan ke depan penyebaran informasi dapat terakses melalui internet dengan informasi yang realtime (pada saat itu juga), sehingga pengguna akan mendapatkan kepuasan layanan yang beragam secara relevan, akurat, dan cepat. Dengan kata lain right users, right information, right now, and free.

Read the rest of this entry »

Pustakawan Di Era Teknologi Informasi Dan Komunikasi (New Paradigm )

Pustakawan Di Era Teknologi Informasi Dan Komunikasi

(New Paradigm )[1]

oleh:

Riah Wiratningsih


[1] Pemenang harapan Pertama Lomba Penulisan Karya Ilmiah Bagi Pustakawan Tahun 2009. Published by Media Pustakawan Vol. 16 No. 3 dan 4 Desember 2009

A. Latar Belakang

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka.[1] Sebagai sebuah institusi, maka keberadaan perpustakaan tidak bisa lepas dari struktur yang membentuknya, yaitu koleksi, tanaga, sarana dan prasarana, dan sumber dana. Koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi dan informasi secara berangsur-angsur menghendaki adanya perubahan dalam pengelolaan perpustakaan. Koleksi tidak lagi dalam bentuk tercetak, namun sudah bergeser pada koleksi non cetak/elektronik, sehingga dalam penanganannya memerlukan sumber daya yang profesional. Demikian pula dalam hal sarana dan prasarana yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik dan non fisik. Kebutuhan fisik meliputi komponen parangkat keras berbasis teknologi informasi, yaitu komponen input, komponen output, komponen pengolah untuk melakukan pengolahan data, dan komponen elektronik digital. Perangkat keras lainnya yang diperlukan adalah jaringan intranet dan internet. Kebutuhan non fisik meliputi perangkat lunak mencakup sekumpulan aturan untuk kelangsungan aktivitas sistem informasi, program aplikasi komputer, program pengembangan, dan program sistem operasi. Tidak bisa dipungkiri semua ini akan bisa berjalan jika didukung dengan adanya dana. Isu pendanaan untuk suatu teknologi baru selalu menjadi masalah bagi perpustakaan. Hal ini juga terjadi pada masa lalu sewaktu pengembangan automasi perpustakaan. Tetapi sekarang infrastruktur TI sudah menjadi salah satu unit dalam pembiayaan perpustakaan. Perpustakaan sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk penyediaan atau pembuatan informasi elektronik. Biaya untuk itu dapat disubsitusikan dengan biaya penyediaan informasi cetak.

Read the rest of this entry »

E-LIBRARY


oleh Riah W

Akrabkah anda dengan istilah semacam e-commerce, e-banking, e-learning, e-government, e-mail dan sebagainya? Huruf “e” disini mengacu pada kata “electronic”. Bagaimana dengan e-library, e-books, e-journal, e-bibliografi (OPAC) sama populerkah? kemunculan internet merupakan salah satu sarana yang sangat membantu para akademisi. Bagaimana tidak? Beraneka ragam referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Kamu-kamu sebagai mahasiswa tidak lagi perlu mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Cukup dengan memanfaatkan search engine, materi-materi yang relevan dapat segera ditemukan.

Read the rest of this entry »

Marketing Your Self

Beberapa sekolah bisnis terkemuka seperti INSEAD Prancis dan University of Chicago, USA membuka kampus di Singapura. Kampus ini bukan sekedar cabang, melainkan betul-betul merupakan kampus yang dikelola secara profesional dengan pegajar yang sama seperti pengajar di kampus aslinya. Bahan kuliah dan akses yang didapat juga sama persis. Bedanya hanya lokasinya. Persaingan yang semakin ketat membuat kompetensi SDM menempati prioritas utama untuk bersaing di dunia global. Sebenarnya para eksekutif berpengalaman dapat belajar dari kasus yang mereka hadapi sehari0hari, tetapi tentu saja dengan belajar di sekolah akan mendapatkan konsep serta ilmu yang mungkin lebih sistematis dan terstruktur.

Read the rest of this entry »

‘Pengindeksan’ Model Vektor dan Clustering

Ditulis oleh putubuku di/pada April 3, 2008

Dalam teori  pengindeksan dan information retrieval, dikenal adanya model klasik. Model ini menganggap bahwa setiap dokumen dapat digambarkan dengan, atau diwakili oleh, serangkaian katakunci yang disebut sebagai indeks (index). Kata atau istilah yang digunakan sebagai indeks (index terms) pada dasarnya adalah kata yang diambil dari dokumen, maupun yang ditentukan dari luar dokumen,  yang secara semantik dapat membantu manusia mengetahui tema utama sebuah dokumen. Pada umumnya indeks adalah kata-benda, sebab kata-benda memiliki arti pada dirinya sendiri, sehingga secara semantik  lebih mudah dikenali dan diartikan.

Read the rest of this entry »

Muasal Bibliometrika

Ditulis oleh putubuku di/pada April 16, 2008

Bibliometrika adalah salah satu cabang paling tua dari Ilmu Perpustakaan. Sebagai kajian ilmiah, cabang ini berkembang karena ada segelintir ilmuwan pada awal abad 20 yang tertarik tentang dinamika ilmu pengetahuan sebagaimana tercermin dalam produksi literatur ilmiahnya. Karena menggunakan statistik untuk mengkuantifikasi dokumen, pada awalnya kajian ini disebut “statistical bibilography“. Lama kelamaan, istilah ini berevolusi menjadi bibliometrika, dan kemudian juga menjadi informetrika.

Read the rest of this entry »

Muasal Perpustakaan

Ditulis oleh putubuku di/pada April 7, 2008

Pemikir bidang kepustakawanan Ranganathan yang berasal dari India dan berkiprah di Inggris mengeluarkan ‘hukum’ yang amat terkenal tentang hakikat perpustakaan. Ia bilang perpustakaan adalah wujud dari lima prinsip, yaitu: “Books are for use; every reader his book; every book its reader; save the time of the reader, and of the staff; a library is a growing organism”. Jika diterjemahkan secara umum, maka terbaca:

Read the rest of this entry »

kua(Nt/L)itatif

kua(Nt/L)itatif

Ada 2 artikel (tentang penelitian kuantitatif-kualitatif dan sitasi) menarik bagi anda-anda terutama pustakawan, diharapkan dengan membaca artikel di bawah ini akan membuka wawasan dan bisa membantu pengguna perpustakaan dalam menyelesaikan penelitiannya serta memahami arti pentingnya mencantumkan kutipan pada karyanya. Sebab masih banyak mahasiswa yang belum tahu pentingnya mengutip dan bagaimana etika dalam mengutip, (ada pada blogroll blog ini) yang tentu saja mahasiswa butuh jawaban yang berkualitas melalui karya orang lain. Apalagi banyak tugas yang sifatnya online, jadi sudah merupakan hal yang biasa tugas dikumpulkan via elektronik. So peran pustakawan sebagai pendamping pendidik ada benarnya. Artikel ini saya ambil dari http://iperpin.wordpress.com/

Read the rest of this entry »

Step Forward Central Library of Sebelas Maret University : A Suggestion

By

Riah Wiratnigsih

Ø Ringkasan Eksekutif

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan pada perpustakaan sebagai pengelola informasi tertua. Perpustakaan sebagai lembaga yang bergerak dalam pengorganisasian dan pengemasan informasi tidak bisa lepas dari keberadaan teknologi informasi. Melimpahnya informasi dalam berbagai jenis maupun bentuk media, mengharuskan perpustakaan untuk melakukan perubahan baik dalam pola layanan maupun peranan sebagai mediator, fasilitator, dan pendamping pendidik.

UPT Perpustakaan UNS sebagai lembaga pengelola informasi, harus menjadi perpustkaan yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Layaknya perusahaan komersial, perpustakaan harus adaptif pula menjawab perubahan kebutuhan pemakainya, dengan mengeluarkan produk dan layanan yang dibutuhkan oleh pengguna. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat, telah menjadikan fenomena pergeseran orientasi kebutuhan pengguna akan informasi berbasis teknologi informasi. Untuk itu perlu dilakukan inovasi berbasis kebutuhan pemakai pada saat ini. Pengemasan informasi berbasis teknologi informasi adalah salah satu bentuk yang dapat dipakai oleh UPT Perpustakaan UNS sebagai bentuk inovasi menjawab kebutuhan pemakai informasi saat ini. Menjadi tugas perpustakaan bagaimana mengkomunikasikan kepada civitas akademika bahwa perpustakaan sudah (dan akan terus mengembangkan) menerapkan teknologi informasi dalam memberikan berbagai layanan berbasis web kepada pengguna. Bagaimanapun perpustakaan harus berpartisipasi aktif dalam siklus pengetahuan, harus menjadi mitra bagi pengguna (kemitraan antara pustakawan, mahasiswa dan dosen) dalam bidang pengembangan akademik.

Read the rest of this entry »

Renstra UPT Perpustakaan UNS : Suatu Usulan

===============================================

BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, landasan dan tujuan penyusunan rencana strategis UPT Perpustakaan UNS Tahun 2009-2013, dalam mendukung terwujudnya World Recognized University. Hal ini dilakukan seiring tuntutan kebutuhan stakeholders yang semakin beragam dan komplek sebagai dampak dari perkembangan TI. Usulan renstra ini diharapkan bisa menjadi acuan action dimasa yang akan datang.

 

A. Latar Belakang

 

Menghadapi era kompetisi informasi sejalan dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT), dunia perpustakaan dihadapkan kepada situasi yang dilematis.  Sebagaimana telah diketahui peringkat webomatrics UNS pada posisi 2159 dunia, merupakan suatu prestasi tersendiri untuk tetap dipertahankan dan diusahakan meraih posisi yang lebih tinggi di kancah persaingan dunia. Indikator penilaian rangking berbasis web ini cukup unik dan memiliki hubungan erat dengan ilmu scientometric dan bibliometric. Terus apa hubungannya dengan perpustakaan? Perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi, mempunyai posisi yang strategis dalam penyediaan bahan pustaka dan informasi, untuk kemudian wajib menyebarkan informasi (edukatif content) secara tepat dan cepat. Salah satu fasilitas yang ada, seperti Internet merupakan alternatif yang dapat memberikan layanan informasi baik berupa artikel-artikel lepas atau katalog-katalog perpustakaan online yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, maupun rekereasi. Namun di lain pihak, kesiapan sumber daya manusia dan penunjang pokok lainnya pada perpustakaan belum bisa mengambil semua manfaat teknologi yang semakin lama semakin berkembang ini. Read the rest of this entry »

Pages (3): [1] 2 3 »