‘Pengindeksan’ Model Vektor dan Clustering

3 Comments

Ditulis oleh putubuku di/pada April 3, 2008

Dalam teori  pengindeksan dan information retrieval, dikenal adanya model klasik. Model ini menganggap bahwa setiap dokumen dapat digambarkan dengan, atau diwakili oleh, serangkaian katakunci yang disebut sebagai indeks (index). Kata atau istilah yang digunakan sebagai indeks (index terms) pada dasarnya adalah kata yang diambil dari dokumen, maupun yang ditentukan dari luar dokumen,  yang secara semantik dapat membantu manusia mengetahui tema utama sebuah dokumen. Pada umumnya indeks adalah kata-benda, sebab kata-benda memiliki arti pada dirinya sendiri, sehingga secara semantik  lebih mudah dikenali dan diartikan.

Read More

Categories: library issues

Muasal Bibliometrika

5 Comments

Ditulis oleh putubuku di/pada April 16, 2008

Bibliometrika adalah salah satu cabang paling tua dari Ilmu Perpustakaan. Sebagai kajian ilmiah, cabang ini berkembang karena ada segelintir ilmuwan pada awal abad 20 yang tertarik tentang dinamika ilmu pengetahuan sebagaimana tercermin dalam produksi literatur ilmiahnya. Karena menggunakan statistik untuk mengkuantifikasi dokumen, pada awalnya kajian ini disebut “statistical bibilography“. Lama kelamaan, istilah ini berevolusi menjadi bibliometrika, dan kemudian juga menjadi informetrika.

Read More

Categories: library sciences

Muasal Perpustakaan

4 Comments

Ditulis oleh putubuku di/pada April 7, 2008

Pemikir bidang kepustakawanan Ranganathan yang berasal dari India dan berkiprah di Inggris mengeluarkan ‘hukum’ yang amat terkenal tentang hakikat perpustakaan. Ia bilang perpustakaan adalah wujud dari lima prinsip, yaitu: “Books are for use; every reader his book; every book its reader; save the time of the reader, and of the staff; a library is a growing organism”. Jika diterjemahkan secara umum, maka terbaca:

Read More

Categories: library sciences

kua(Nt/L)itatif

15 Comments

sumber: http://iperpin.wordpress.com/kuantlitatif/

kua(Nt/L)itatif

Ada 2 artikel (tentang penelitian kuantitatif-kualitatif dan sitasi) menarik bagi anda-anda terutama pustakawan, diharapkan dengan membaca artikel di bawah ini akan membuka wawasan dan bisa membantu pengguna perpustakaan dalam menyelesaikan penelitiannya serta memahami arti pentingnya mencantumkan kutipan pada karyanya. Sebabmasih banyak mahasiswa yang belum tahu pentingnyamengutip dan bagaimana etika dalam mengutip, (ada pada blogroll blog ini) yang tentu saja mahasiswa butuh jawaban yang berkualitas melalui karya orang lain. Apalagi banyak tugas yang sifatnya online, jadi sudah merupakan hal yang biasa tugas dikumpulkan via elektronik. So peran pustakawan sebagai pendamping pendidik ada benarnya. Artikel ini saya ambil dari http://iperpin.wordpress.com/

Read More

Categories: library issues

Step Forward Central Library of Sebelas Maret University : A Suggestion

1 Comment

By

Riah Wiratnigsih

Ø Ringkasan Eksekutif

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan pada perpustakaan sebagai pengelola informasi tertua. Perpustakaan sebagai lembaga yang bergerak dalam pengorganisasian dan pengemasan informasi tidak bisa lepas dari keberadaan teknologi informasi. Melimpahnya informasi dalam berbagai jenis maupun bentuk media, mengharuskan perpustakaan untuk melakukan perubahan baik dalam pola layanan maupun peranan sebagai mediator, fasilitator, dan pendamping pendidik.

UPT Perpustakaan UNS sebagai lembaga pengelola informasi, harus menjadi perpustkaan yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Layaknya perusahaan komersial, perpustakaan harus adaptif pula menjawab perubahan kebutuhan pemakainya, dengan mengeluarkan produk dan layanan yang dibutuhkan oleh pengguna. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat, telah menjadikan fenomena pergeseran orientasi kebutuhan pengguna akan informasi berbasis teknologi informasi. Untuk itu perlu dilakukan inovasi berbasis kebutuhan pemakai pada saat ini. Pengemasan informasi berbasis teknologi informasi adalah salah satu bentuk yang dapat dipakai oleh UPT Perpustakaan UNS sebagai bentuk inovasi menjawab kebutuhan pemakai informasi saat ini. Menjadi tugas perpustakaan bagaimana mengkomunikasikan kepada civitas akademika bahwa perpustakaan sudah (dan akan terus mengembangkan) menerapkan teknologi informasi dalam memberikan berbagai layanan berbasis web kepada pengguna. Bagaimanapun perpustakaan harus berpartisipasi aktif dalam siklus pengetahuan, harus menjadi mitra bagi pengguna (kemitraan antara pustakawan, mahasiswa dan dosen) dalam bidang pengembangan akademik.

Read More

Categories: library issues

Renstra UPT Perpustakaan UNS : Suatu Usulan

1 Comment

===============================================

BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, landasan dan tujuan penyusunan rencana strategis UPT Perpustakaan UNS Tahun 2009-2013, dalam mendukung terwujudnya World Recognized University. Hal ini dilakukan seiring tuntutan kebutuhan stakeholders yang semakin beragam dan komplek sebagai dampak dari perkembangan TI. Usulan renstra ini diharapkan bisa menjadi acuan action dimasa yang akan datang.

 

A. Latar Belakang

 

Menghadapi era kompetisi informasi sejalan dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT), dunia perpustakaan dihadapkan kepada situasi yang dilematis.  Sebagaimana telah diketahui peringkat webomatrics UNS pada posisi 2159 dunia, merupakan suatu prestasi tersendiri untuk tetap dipertahankan dan diusahakan meraih posisi yang lebih tinggi di kancah persaingan dunia. Indikator penilaian rangking berbasis web ini cukup unik dan memiliki hubungan erat dengan ilmu scientometric dan bibliometric. Terus apa hubungannya dengan perpustakaan? Perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi, mempunyai posisi yang strategis dalam penyediaan bahan pustaka dan informasi, untuk kemudian wajib menyebarkan informasi (edukatif content) secara tepat dan cepat. Salah satu fasilitas yang ada, seperti Internet merupakan alternatif yang dapat memberikan layanan informasi baik berupa artikel-artikel lepas atau katalog-katalog perpustakaan online yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, maupun rekereasi. Namun di lain pihak, kesiapan sumber daya manusia dan penunjang pokok lainnya pada perpustakaan belum bisa mengambil semua manfaat teknologi yang semakin lama semakin berkembang ini. Read More

Categories: library issues

Be Grateful for God’s Blessings

5 Comments

God, thank 4 everythin’ that U’ve given 2 me

Patner hidup yang memiliki talenta untuk menyayangi, memiliki talenta untuk menjadi penuh dengan kecintaan, memiliki talenta untuk meninggikan, dan memiliki talenta untuk menerima.

Mataharimu membutuhkan seorang dewasa yang bisa dia kagumi. Mataharimu membutuhkan seorang yang kuat, yang saat bersamanya—merasa terlindungi. Mataharimu membutuhkan seorang sahabat dewasa yang akan menuntun dan mendorong untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri.

Mataharimu membutuhkan seorang teladan.

Bagi seorang Mahatma, tidak ada seorang pahlawan yang lebih agung daripada seorang dewasa yang berlutut membantunya dan berbisik “ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu”

Conclusion

Satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya bahagia adalah menjadikan kita (u & me) seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.

Categories: literatures

Perpustakaan UNS On The Move

8 Comments

Melihat peringkat webomatrics UNS yang naik pesat pada posisi 2159 dari posisi 4681 dunia, merupakan suatu prestasi tersendiri. Hal ini tidak terlepas dari peran perpustakaan, di mana keberadaan Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai suatu lembaga edukatif wajib menyebarkan informasi (edukatif content) secara tepat dan cepat. Perpustakaan saat ini baru menyumbangkan 7,3% dan diharapkan untuk kedepannya selalu naik. Tahun 2009 peran perpustakawan diharapkan mampu menyumbangkan diri dalam mengelola dan mendiseminasikan informasi secara online (digital library). Di sini peran perpustakaan perlu dimaksimalkan, salah satunya melalui penerapan Perpustakaan Digital (Digital Library). Kita akui dengan jujur bahwa UPT Perpustakaan UNS sudah mulai “mengarah” ke perpustakaan digital, belum 100% dikategorikan perpustakaan digital karena belum memenuhi kriteria Perpustakaan Digital. Perpustakaan digital mereposisi peran faktor where, when, who dan how.

Read More

Categories: library issues

Promosi Perpustakaan, Why Not?

7 Comments

Promosi Perpustakaan, Why Not?

Oleh : Riah Wiratningsih

Pustakawan UNS-Solo

Promosi perpustakaan perlu dilakukan supaya seluruh aktivitas yang berhubungan dengan jasa perpustakaan dapat diketahui dan dipahami oleh pengguna. Promosi merupakan salah satu komponen pemasaran, dengan mempromosikan kelembagaan, koleksi, sistem dan jenis pelayanan, maka terjadilah proses pendekatan informasi kepada pengguna. Pengguna menjadi tahu koleksi apa yang ada, pelayanan apa saja yang tersedia, sedangkan yang belum tahu atau tahu tapi belum pernah memanfaatkan jasa layanan akan mengenal kemudian tertarik untuk datang atau memanfaatkan, sehingga pengunjung bertambah, pemakaian bahan pustaka ataupun jasa layanan perpustakaan semakin tinggi. Seperti inilah harapan yang diinginkan perpustakaan. Read More

Categories: library sciences

STP, suatu usulan untuk UPT Perpustakaan UNS

9 Comments

Melanjutkan artikel tentang Segmentasi, Targeting, dan Posistiong (STP) Perpustakaan, mungkin melalui sedikit pemikiran di bawah ini akan memberikan kontribusi terhadap perpustakaan, khususnya untuk UPT Perpustakaan UNS.

Positioning dalam konteks pemasaran merupakan cara produk, merek atau organisasi perusahaan dipersepsi secara relatif dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan. Maka positioning tidak sekedar membujuk dan menciptakan suatu citra dalam benak pelanggan, tetapi juga bagaimana merebut kepercayaan pelanggan.

Positioning perpustakaan dalam era kompetisi saat ini sangat dipengaruhi oleh akuntabilitas yang  ada. Jika indikator akuntabilitasnya baik maka pasar atau user akan merespon positif dan membuat posisi perpustakaan sebagai penyedia jasa yang capable atau dapat dipercaya sekaligus predictable atau dapat diperkirakan mutunya akan tetap kuat posisinya di pasar penyedia jasa informasi. Sebaliknya jika pasar atau pengguna merespon negatif maka perpustakaan harus segera berbenah diri dengan melakukan evaluasi terhadap indikator-indikator dari akuntabilitas sebuah perpustakan yang bertanggungjawab kepada publiknya.

Read More

Categories: library sciences
Skip to toolbar